Overtourism di Destinasi Wisata Utama Indonesia: Studi Kasus Bali, Yogyakarta, dan Labuan Bajo
Kata Kunci:
overtourism, pengembangan pariwisata berkelanjutan, kapasitas daya dukung, Tourism Area Life Cycle, Bali, Yogyakarta, Labuan BajoAbstrak
Fenomena overtourism telah muncul sebagai isu global yang menimbulkan tantangan signifikan terhadap keberlanjutan destinasi pariwisata. Indonesia, sebagai negara dengan potensi wisata bertaraf internasional, turut mengalami permasalahan serupa, terutama di destinasi utama Bali, Yogyakarta, dan Labuan Bajo. Dampak yang muncul meliputi kerusakan lingkungan, tekanan terhadap aspek sosial-budaya, penurunan kualitas pengalaman wisatawan, serta beban pada infrastruktur lokal (Butler & Dodds, 2022; Utama et al., 2024). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor pemicu dan implikasi overtourism pada ketiga destinasi tersebut sekaligus mengusulkan solusi yang berlandaskan prinsip pariwisata berkelanjutan. Secara teoretis, kajian ini mengacu pada konsep Tourism Area Life Cycle (TALC) dari Butler (2025) untuk memahami dinamika perkembangan destinasi. Tinjauan literatur menunjukkan bahwa Bali memerlukan diversifikasi produk wisata serta penguatan model pariwisata berbasis komunitas (Lestari et al., 2024; Permatasari, 2022); Yogyakarta membutuhkan perbaikan tata kelola limbah dan pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (Ripno et al., 2021; Nisa & Nuur, 2023); sedangkan Labuan Bajo menitikberatkan pada konservasi ekosistem serta kolaborasi antarpihak (Purwanto et al., 2023; Khadijah et al., 2025). Kajian ini diharapkan dapat memperkaya literatur akademik sekaligus menyediakan rekomendasi praktis bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
Kata Kunci: overtourism; pariwisata berkelanjutan; kapasitas daya dukung; Tourism Area Life Cycle; Bali; Yogyakarta; Labuan Bajo
Referensi
Ahzam, M. S., & Hariri, A. (2024). Peran pemerintah desa dalam menyelesaikan konflik perkembangan pariwisata: Kasus Kalurahan Jangkaran Yogyakarta. SUPREMASI: Jurnal Hukum, 7(1), 17–30.
Bali Management Villas. (2025, July 24). Statistik pariwisata Bali: Kunjungan wisatawan pada tahun 2025. Bali Management Villas.
Bellinda, N. P. W. N. B., & Kusuma, P. S. A. J. (2024). Pengaruh isu overtourism terhadap sustainable tourism yang ada di Bali. Akuntansi 45, 5(2), 348–359.
Butler, R. W., & Dodds, R. (2022). Overcoming overtourism: A review of failure. Tourism Review, 77(1), 35–53.
Butler, R. (2024). Siklus hidup kawasan pariwisata: Tinjauan, relevansi, dan revisi. Routledge.
Butler, R. (2025). Pengembangan destinasi pariwisata: Model siklus hidup kawasan pariwisata. Geografi Pariwisata, 27(3–4), 599–607.
Fadli, M., Susilo, E., Puspitawati, D., Ridjal, A. M., Maharani, D. P., & Liemanto, A. (2022). Sustainable tourism as a development strategy in Indonesia. Journal of Indonesian Tourism & Development Studies, 10(1).
Gai, A. M., Witjaksono, A., Sai, S. S., Wulandari, L. K., Jenahu, G. R., Levigo, V., & Antonius, P. (2023). Kemiskinan berbasis sustainable livelihood di pedesaan sekitar destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo. Prosiding SEMSINA, 4(2), 96–100.
Hafifi, M. K. (2024). Pengelolaan sampah dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di destinasi super prioritas-KEK Mandalika. Tourism, Hospitality and Culture Insights Journal, 4(1), 29–41.
Hamdani, A. T., Rachmawati, D., DC, Y. P. P. W., Ayu, J. P., & Raif, S. A. (2025). Analisis multiplier effect pariwisata berkelanjutan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas. Altasia: Jurnal Pariwisata Indonesia, 7(1), 66–79.
InfoLabuanBajo. (2025, April 14). Statistik kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo 2024. InfoLabuanBajo. https://infolabuanbajo.id/2025/04/14/statistik-kunjungan-wisatawan-ke-labuan-bajo-2024/
Khadijah, S. A. R., Ayu, J. P., DC, Y. P. P. W., Hamdani, A. R. T., & Rachmawati, D. (2025). Pengembangan wisata berkelanjutan dan konservasi ekosistem darat di Taman Nasional Komodo. Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation, 8(1), 79–98.
Kurniasari, K. K., Perdana, B. E. G., Putra, R. A. S., & Iban, C. (2024). Persepsi Generasi Z terhadap pariwisata berkelanjutan pada destinasi budaya: Studi kasus Borobudur. Jurnal Pariwisata Terapan, 8(1), 11–24.
Lestari, M. N. D., Dewi, N. P. D. U., & Sari, I. G. A. P. N. (2024). Analisis penanggulangan overtourism pada daya tarik wisata Penglipuran Bangli guna mewujudkan sustainable tourism. Cultoure: Jurnal Ilmiah Pariwisata Budaya Hindu, 5(2), 131–144.
Metrotvnews. (2025). Pengunjung Candi Borobudur mencapai rata-rata 10.000–11.000 orang per hari saat libur Natal dan Tahun Baru. Metrotvnews.
Muhamad, M., Ahmad, A. B., & Supriyadi, H. (2025). Pengaruh infrastruktur ekowisata berkelanjutan terhadap kebijakan pemerintah daerah di kawasan wisata strategis nasional Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi, 9(1), 292–312.
Nasution, O. B., & Primandaru, N. (2023). Kajian dampak pariwisata berbasis masyarakat sebagai pendukung sustainable development terhadap peningkatan wisatawan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Indonesian Journal of Tourism and Leisure, 4(2), 173–183.
Nisa, K., & Nuur, A. (2023). Peran BUMDes dalam mengatasi over tourism di Desa Wisata Bejiharjo Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunung Kidul. Jurnal Ilmu Pariwisata, 1(1), 10–18.
Permatasari, I. (2022). Peran model pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism) dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) di Bali. Kertha Wicaksana, 16(2), 164–171.
PT Taman Wisata Candi. (2025, April 7). Sebanyak 182 ribu wisatawan mengunjungi Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko di masa libur Lebaran 2025. InJourney Destination.
Purwanto, D., Semara, I. M. T., & Sutiarso, M. A. (2023). Analisis implementasi program WWF Signing Blue berlandaskan konsep pariwisata bertanggung jawab pada wisata bahari Labuan Bajo. Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis, 2(2), 327–336.
Ramadanisa, A. N., Zalianti, J. M., & Yusri, Y. (2025). Strategi penataan ruang dan kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata berbasis mitigasi bencana di kawasan rawan gunungapi Karangasem Bali: Review literatur (2020–2024). Journal Education, Sociology and Law, 1(1), 153–169.
Ripno, R., Nathalia, T. C., & Pramomo, R. (2021). Pengelolaan sampah dalam mendukung pariwisata berkelanjutan: Studi kasus destinasi wisata Malioboro Yogyakarta. Jurnal Internasional Sosial, Kebijakan, dan Hukum, 2(2), 1–4.
Sana, I. N. L. (2025). Strategi pengelolaan pariwisata berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan di destinasi wisata alam Indonesia. Mandalika Journal of Business and Management Studies, 3(1), 24–36.
Setyawati, N. (2022). Peran Dinas Pariwisata DIY dalam implementasi kebijakan pembangunan pariwisata berdasarkan paradigma pembangunan berkelanjutan [Disertasi]. STPMD "APMD".
Simbolon, F. B., Harmain, U., & Sinurat, A. (2025). Pengembangan wilayah berbasis pariwisata untuk peningkatan pendapatan daerah. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(2), 2153–2161.
Tempo. (2025). Turis Labuan Bajo lebih banyak menginap di kapal daripada hotel. Tempo. https://www.tempo.co/hiburan/turis-labuan-bajo-lebih-banyak-menginap-di-kapal-daripada-hotel-1294663
Utama, I. G. B. R., Suardhana, I. N., Sutarya, I. G., & Krismawintari, N. P. D. (2024). Menilai dampak pariwisata berlebih di Bali: Perspektif lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi terhadap pariwisata berkelanjutan. TourismSpectrum: Diversity & Dynamics, 1(2), 10–56578.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 DESTINASI: Journal of Tourism & Hospitality Research

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.
DESTINASI: Journal of Tourism & Hospitality Research is committed to the broad dissemination of research findings while respecting and protecting the intellectual property rights of authors. This document outlines the copyright and licensing terms that govern all articles published in the journal.
As an open-access journal, DESTINASI believes that unrestricted access to scholarly research accelerates scientific discovery, enhances education, and benefits society as a whole. These terms are designed to balance the interests of authors, readers, and the broader academic community.
Authors retain full copyright ownership of their work published in DESTINASI. The journal does not require authors to transfer copyright as a condition of publication. This means that authors maintain all rights to their work, including but not limited to:
- The right to reproduce the work in any form
- The right to create derivative works
- The right to distribute copies of the work
- The right to display the work publicly
- The right to perform the work publicly
- The right to authorize others to exercise any of these rights
By submitting a manuscript to DESTINASI, authors grant the journal the following non-exclusive rights:
- The right of first publication of the work
- The right to publish, reproduce, and distribute the work in all forms and media
- The right to make the work available online through the journal website and associated platforms
- The right to archive the work in digital repositories
- The right to include the work in indexing services and databases
- The right to sublicense these rights to third parties for purposes consistent with open access