Transformasi Kawasan Industri Menjadi Destinasi Pariwisata

Peluang Ekonomi Baru bagi Indonesia

Penulis

Kata Kunci:

pariwisata industri, warisan industri, ekonomi pengalaman, transformasi pariwisata, sektor manufaktur, pariwisata berkelanjutan, pariwisata Indonesia

Abstrak

Penelitian ini menganalisis potensi transformasi kawasan industri menjadi destinasi pariwisata di Indonesia, mengkaji landasan teoretis dan kerangka implementasi praktis dalam konteks pasar pariwisata industri global. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perindustrian, lembaga riset pasar internasional, serta jurnal akademik terindeks Q1/Q2 periode 2021–2025; analisis komparatif dilakukan terhadap model pariwisata industri yang berhasil di Jerman, Jepang, dan Polandia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan 165 kawasan industri, lebih dari 32.000 perusahaan manufaktur besar dan menengah, serta pasar pariwisata domestik senilai sekitar Rp2.360 triliun dengan 1,02 miliar perjalanan per tahun, Indonesia memiliki aset yang substansial untuk pengembangan pariwisata industri; pasar pariwisata industri global mencapai USD 17,2 miliar pada 2024 dengan proyeksi pertumbuhan tahunan 7,8% hingga 2035, sementara potensi ekonomi pariwisata industri Indonesia berkisar antara Rp10–50 triliun per tahun. Penelitian ini menghasilkan kerangka implementasi empat tahap yang mencakup pemetaan dan klasifikasi, pengembangan produk, standardisasi dan sertifikasi, serta pembentukan jaringan nasional, dengan kontribusi orisinal berupa integrasi teori ekonomi pengalaman, kerangka pelestarian warisan industri, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan dalam konteks lanskap industri Indonesia yang unik.

Kata kunci: pariwisata industri; warisan industri; ekonomi pengalaman; transformasi pariwisata; sektor manufaktur; pariwisata berkelanjutan; Indonesia

Referensi

Aas, C., Ladkin, A., & Fletcher, J. (2005). Stakeholder collaboration and heritage management. Annals of Tourism Research, 32(1), 28–48. https://doi.org/10.1016/j.annals.2004.04.005

Agapito, D., & Sigala, M. (2024). Experience management in hospitality and tourism: Reflections and implications for future research. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 36(13), 57–76. https://doi.org/10.1108/IJCHM-11-2023-1722

Akel, G., & Cakir, E. (2023). Theme park hotel experience, experiential satisfaction, and behavioral intention: Examination of visitors' experiences. Journal of Hospitality and Tourism Insights, 6(3), 1419–1440. https://doi.org/10.1108/JHTI-08-2022-0325

BMW Group. (2025). Reopening of BMW Welt: What guests can look forward to. Siaran Pers, Februari 2025.

BPS-Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik pariwisata domestik 2024. Jakarta: BPS.

Business Research Company. (2024). Industrial tourism global market report 2024. London: TBRC.

Chen, S., & Chen, M. (2024). An evaluation study on tourists' environmental satisfaction after re-use of industrial heritage buildings. Sustainability, 16(7), 3032. https://doi.org/10.3390/su16073032

Edwards, J. A., & Llurdés, J. C. (1996). Mines and quarries: Industrial heritage tourism. Annals of Tourism Research, 23(2), 341–363. https://doi.org/10.1016/0160-7383(95)00067-4

Future Market Insights. (2024). Industrial tourism market size, demand & growth 2025–2035. Market Research Report.

Hospers, G. J. (2002). Industrial heritage tourism and regional restructuring in the European Union. European Planning Studies, 10(3), 397–404. https://doi.org/10.1080/09654310220121112

Hunter, C. (1997). Sustainable tourism as an adaptive paradigm. Annals of Tourism Research, 24(4), 850–867. https://doi.org/10.1016/S0160-7383(97)00036-4

Hwang, J., Joo, K., & Moon, J. (2023). Relationships among experience economy, tour quality, tour satisfaction, and word-of-mouth in the senior tourism context in Korea: The moderating role of tour guiding services. Sustainability, 15(8), 6485. https://doi.org/10.3390/su15086485

Kementerian Perindustrian. (2024). Laporan pengembangan kawasan industri Indonesia. Jakarta: Kementerian Perindustrian.

Ma, Y., & Yang, S. (2024). Exploring the potential synergy between disruptive technology and historical/cultural heritage in Thailand's tourism industry. International Journal of Tourism Research, 26(6), e2759. https://doi.org/10.1002/jtr.2759

Mei, X. Y. (2023). Tourism and the experience economy in the digital era. London: Routledge.

Montenegro, Z., Marques, J., & Sousa, C. (2023). Industrial tourism as a factor of sustainability and competitiveness in operating industrial companies. Sustainability, 15(19), 14243. https://doi.org/10.3390/su151914243

Otgaar, A. H. J., Van den Berg, L., Berger, C., & Xiang Feng, R. (2010). Industrial tourism: Opportunities for city and enterprise. Farnham: Ashgate Publishing.

Pine, B. J., & Gilmore, J. H. (1999). The experience economy: Work is theatre and every business a stage. Boston: Harvard Business School Press.

Rodriguez-Zulaica, A. (2017). What is industrial tourism? Dalam J. Jafari & H. Xiao (Eds.), Encyclopedia of Tourism. Cham: Springer.

Sthapit, E., Ji, C., Yang, P., & Woosnam, K. (2024). Memorable digital-free tourism experiences: Antecedents and outcomes. Tourism Recreation Research. https://doi.org/10.1177/13567667241282022

Szromek, A. R., Herman, K., & Naramski, M. (2020). Sustainable development of industrial heritage tourism: A case study of the Industrial Monuments Route in Poland. Tourism Management, 83, 104252. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2020.104252

Wang, C. (2024). Research on the influence of industrial heritage tourism interaction behavior on value co-creation. The Euraseans: Journal on Global Socio-Economic Dynamics, 9(4), 152–168. https://doi.org/10.35678/2539-5645.4(47).2024.152-168

Diterbitkan

30-03-2026

Cara Mengutip

Transformasi Kawasan Industri Menjadi Destinasi Pariwisata: Peluang Ekonomi Baru bagi Indonesia. (2026). DESTINASI: Jurnal Ilmiah Pariwisata & Hospitality, 1(01), 33-41. https://jurnaldestinasi.id/index.php/destinasi/article/view/10